Pentingnya Kerja Bakti

Redaksi 20 Januari 2018 09:29:06 WIB

Gedongsari - Hari minggu atau libur, di berbagai tempat sering dilaksanakan kerja bakti. Kerja bakti dapat berupa membersihkan lingkungan, melancarkan aliran selokan atau got, merapikan tanaman, membetulkan penerangan jalan, atau membangun fasilitas publik tertentu.

Kerja bakti adalah salah satu wujud kehidupan bertetangga. Ini dilakukan oleh lingkungan tetangga tertentu, misalnya RT atau RW dan Dusun. Banyak kemuliaan diperoleh dari kehidupan bertetangga, termasuk melalui kerja bakti ini. 

Sisi Positif Kerja Bakti

Silaturahmi. Mungkin saja antar tetangga tidak tersedia waktu cukup untuk bertemu. Kesibukan kerja membuat silaturahmi tidak berjalan. Dengan kerja bakti, mereka jadi saling bertemu dan mengetahui kabar masing-masing. Mengobrol tentang sekolah anak, pekerjaan, atau tentang rencana atau ide ke depan terkait lingkungan. 

Justru mengobrol dan silaturahmi ini sering lebih ramai dan menghibur, sambil memberi semangat untuk bekerja bakti. Sering ada saja yang melontarkan candaan untuk membuat suasana segar. Hal ini menciptakan rasa saling mengenal, kebersamaan dan kegotongroyongan.

 

Refreshing. Kesibukan kerja membuat kehidupan seseorang monoton ngurusi kantor atau lingkungan kerja. Kerja bakti adalah suasana santai, tanpa target, tanpa tuntutan tertentu. Ini adalah kehidupan sosial yang lain, benar-benar untuk mewujudkan kehidupan bertetangga. Kerja bakti perlu diberikan prioritas, agar orang memiliki variasi lingkungan. 

Kerja bakti... nikmati saja, nggak usah dipikir. Segera keluar rumah, pakai baju rumah sederhana dan topi, bawa sapu atau sabit. Mau pakai sarung juga boleh, temui orang-orang sambil tersenyum. Nikmati saja. 

Ini refreshing yang murah meriah. Pikiran akan menjadi sehat, karena melepaskan dari berbagai kehidupan rutin, atau tekanan kehidupan. Oh ya jangan lupa bawa gadget. Boleh berfoto sambil bekerja bakti. Kemudian upload di grup medsos warga RT, pasti anggota grup pada heboh. Ini pasti akan membuat lucu dan refresh.

Olahraga. Kerja bakti juga membuat badan berkeringat. Ada kombinasi gerakan fisik, berjalan, mengangkat, mengayun, naik, turun, atau menahan. Memang melelahkan, tetapi bagi saya ini sangat memuaskan untuk membakar kalori seperti olahraga. Pekerjaan ini selama dua hingga tiga jam bisa membakar kalori hingga 500 kalori.

Setiap orang perlu mencoba hal ini, sesuai dengan kemampuan tanpa harus memaksa diri. Umumnya warga memilih kegiatan memangkas tanaman, membersihkan, atau sekedar mengangkat tangga. Bila memang tidak mampu, tidak kompeten atau tidak kuat, warga dapat berunding untuk diselesaikan oleh tukang atau orang profesional.

Menyumbang alat atau konsumsi. Biasanya dalam pemberitahuan kerja bakti warga dipersilakan membawa alat parang, tangga, sabit atau lainnya. Sedang yang berhalangan hadir dapat berpartisipasi menyumbang minuman atau kue. 

Di sinilah antusias warga nampak. Karena ada warga yang berprofesi sebagai kontraktor sipil, maka semua alat sipil tersedia, mulai mobil pickup, chainsaw, atau tangga tinggi. Sementara yang bekerja sebagai kontraktor listrik bisa menyumbangkan perlengkapan litrik. Untuk warga yang menyumbang konsumsi juga jumlahnya berlebih, mulai nasi kuning, buah, kue atau minuman. 

Pemberdayaan Kerja Bakti

Kerja bakti adalah salah satu bentuk dari kehidupan bertetangga. Kepedulian seseorang dalam kerja bakti demikian terlihat jelas dalam uraian di atas. Ada kebersamaan, silaturahmi, berbagi, berkontribusi yang berorientasi sosial. Juga yang pasti adalah manfaat kebersihan lingkungan, selain manfaat yang diperoleh secara individual.

Manfaat sosial lainnya adalah untuk meningkatkan kewaspadaan sosial bertetangga. Silaturahmi dalam kerja bakti dapat memonitor seseorang, misalnya sedang keluar kota, berhalangan atau sakit. Dengan demikian warga dapat mengkondisikan, memberi bantuan atau pertolongan. 

Di kehidupan modern yang makin individual, tidak jarang ada saja rumah tangga yang tidak mau berinteraksi. Dalam banyak hal, tetangga yang tertutup ini memiliki masalah. Melalui silaturahim hasil kerja bakti, dapat mendeteksi hal-hal yang mencurigakan, kemiskinan, tindakan kriminal, atau gangguan sosial lainnya.   

Manfaat positif kerja bakti perlu diberdayakan. Kiranya hal ini dapat diagendakan secara terstruktur oleh Dusun ataupun RT. Yang lebih penting adalah inisiatif warga, karena mereka paling mengenal kondisi lingkungan dan antisipasi permasalahannya. Agenda dapat disesuaikan dengan budaya dan kehidupan setempat. Misal, kerja bakti diagendakan pada peringatan hari kemerdekaan, musim penghujan, atau momen lainnya.

Komentar atas Pentingnya Kerja Bakti

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Gedongsari FM

Lokasi Gedongsari

tampilkan dalam peta lebih besar